Unik dan Seru P5 Suara Demokrasi: Pemilihan Ketua OSIS SMAS St. Maria Iteng, Manggarai, NTT
Suasana pagi hari ini cerah dan berbeda dari biasanya.
Siswa-siswi kelas X, kelas XI dan XII SMAS St. Maria Iteng memakai pakaian adat
dan pakaian khas pasangan calon ketua dan wakil ketua OSIS. Hari ini, Jum’at,
07 Maret 2025, pasangan calon ketua OSIS
dari kelas XI dan calon wakil ketua dari kelas X melakukan konvoi,
menampilkan yel-yel sebelum memasuki gedung KPO (Komisi Pemilihan OSIS), Tuak
Kapu (penyambutan secara adat kepada Paslon) dan ditutup dengan pengambilan
nomor urut calon.
Pasangan calon terdiri dari 4 pasangan. Paslon satu:
Fransisko De Paang (Ciko) dan Cinta Meysa Haba AE (Cintha). Paslon dua KIAS:
Ignas K. Jehana (Kian) dan Yasinta S. Hardito (Sonia). Paslon tiga: Maria
Amelia Olifia (Amel) dan Eufronia Frederika Ndaham Bugis (Tiara); Paslon empat: Sebastianus Lejeng (Tian) dan Cheryn Claudis
Natalia Sanam (Cesya).
Panitia yang menyambut para Paslon sebagai panitia
berjumlah tujuh orang. Panitia berpakaian adat dengan baju putih resmi. Mereka
berdiri dibalik meja menyambut para Paslon dan pendukungnya memasuki aula untuk
pendaftaran Paslon yang didahului dengan Tuak Kapu. Mereka adalah: Alexander Hosse Lupis (Hosse/KETUA OSIS),
Felisitas Afrilia Sudin (Afril/Sekertaris OSIS), Maria Afrasia Harjono
(Afra/Anggota OSIS), Kian Bebok (Kian/Sekertaris OSIS), Aurelia Jangus
(Aurel/wakil ketua OSIS), Foyen Harum (Foyen/Anggota OSIS), Van (Anggota OSIS).
Di depan gedung KPO, Paslon dan pendukungnya mengunjuk
kebolehan lewat yel-yel masing-masing. Saat memasuki aula sebagai gedung KPO,
sebelum mendaftarkan diri, Paslon
diterima dengan adat Tuak Kapu. Seorang siswa selaku pemangku adat berbicara,
"Yo ngalis dami nai woko cai ITE ngasang calon ketua OSIS agu wakil ce'e
gedung KPO; nggalas dami nawa ita ranga dite ngasang calon OSIS. Yo, leles kebe tadang salang. Landing de Mai
dite ce'e gedung KPO SMAS St. Maria Iteng. Aram manga buru menes, rengus sai, ngaji dami kamping mori jari
porom one waes laud, one lesso saled. Yo, neho joreng tuka koe, neho tending
tuka mese. Ho ami panitia KPO kudut kapu ITE ngasang calon, kut kapu ite neho
wua pau kut naka ite neho wua pandang."
Artinya adalah "Ucapan sambutan yang
menggambarkan syukur dan bahagia atas kehadiran pasangan calaon dalam rangka
pendaftaran calon OSIS di gedung KPO (Komisi Pemilihan Osis). Panitia
menyampaikan, mungkin ada rasa berat hati dan perasaan yang menghambat semangat
dari pasangan calon dalam perjalanan, semoga semua itu tidak menghilangkan
semangat dari pasangan calon. Segenap pantia menerima pasangan calon dengan
penuh rasa bangga".
Selanjutnya dijawab oleh Paslon: "yoo one mai
hitun kole sanggertaung apa ata get agu gesar dite tedeng. One mai kepala
Sekolah, guru, Pegawai nggitu kole tae de anak Sekolah ce’e SMAK St. Maria
Iteng ho’o, porom ite kole nai ca anggi, tuka ca lelang, kope holes todo kongko.
Tiba taung lami sangge tegi age gesar nggtu kole ris dite Neho reweng dte toe manga
cela lami, ho’o kole tuak dami. Kepok". (Artinya: dari semua harapan, baik dari kepala
sekolah, guru, pegawai juga semua peserta didik di SMAK St. Maria Iteng, semoga
kita semua selalu kompak demi terselenggaranya pesta demokrasi pemilihan ketua
dan wakil ketua Osis ini. Semua yang menjadi harapan kita bersama dan
penerimaan yang telah disampaikan, kami menerimanya dengan hati yang bahagia.
Proses pendaftaran dan pengambilan nomor urut pada
hari ini dalam rangka P5 (Projek
Penguatan Profil Pelajar Pancasila) Kurikulum Merdeka: Suara Demokrasi. Proses
pemilihan ketua OSIS yang dibuka dengan konvoi yang sangat seru dari depan
Susteran sepanjang 300 meter menuju sekolah. Konvoi didahului kendaraan
bermotor dengan bunyi yang menggelegar dan diikuti oleh pendukung pasangan
calon. Saat memasuki kompleks lembaga SMAS St. Maria Iteng, konvoi mengitari
halaman sekolah.
"Suasananya seperti pemilihan bupati dan ini
adalah acara pembuka pemilihan ketua OSIS yang sangat unik dan seru. Kami
sangat senang bisa menjadi bagian dari acara ini dan bisa merasakan bagaimana
pemilihan di masyarakat nantinya apabila sudah tamat dari sekolah ini,"
kata William, siswa kelas XI PA.
Guru-guru yang mendampingi kegiatan ini adalah Pak Dedi, Ibu Norlin, Pater Handri, Pak Lian, Pak Umen, Pak Ano, Ibu Ilda, Ibu Marni. Seluruh proses pendaftaran dan pengambilan nomor urut ditutup oleh pidato Pak Umen, selaku guru pamong P5: Suara Demokrasi, yang membahana dengan yel-yel pamungkas: "Suara Demokrasi, yes, bisa, bisa... Yel-yel ini disambut semua Paslon dan para pendukungnya dengan gemuruh riang. Viva demokrasi di SMAS St. Maria Iteng. (Pater Handri Uma, CSsR Mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi Universitas Sanata Dharma | Semester 6 )

-100x100.jpg)
-100x100.jpg)
-100x100.jpg)

-100x100.jpg)