PUISI
RINDU
(Untuk seseorang, di
samping Ilahi)
Oleh: Ano
Andal
Tanpa ada sebab, dia berkata aku
Datang menyebab hati berbisik,
Engkaukah rindu?
Menatap penuh asa
Pada bisu dinding kamar
Berharap dia menjawab, tapi hampa kudapat.
Engkaukah rindu?
Wajah cantik teraut kasih,
Berparas cinta tak berhingga
Bergantung kaku tersenyum bisu
Bercerita ingin, tapi kunjung tak diajak.
Bisa bicara nggak Bu?
Senja menepi berhias gerimis
Berayun langkah ke pusara beranjak
Gundukan tanah sebongkah tersenyum hambar.
Bu, bisa bangunkan Bu?
Butiran bening jatuh setetes
Sedih merapat tak tertahan.
Pada nisan kubilang, apakah aku sedang rindu?
Yah, aku rindu …
Rindu tatap pada yang tiada.

-100x100.jpg)
-100x100.jpg)
-100x100.jpg)

-100x100.jpg)